Start Now, Prove you can do it

Everyone Can bring their Dream to Reality ….created by : Bambang Suhartono

JANGAN HANYA MENGELUH MULAILAH BERBUAT

            (Dikutip dari kisah & motivator dari berbagai sumber) 

Banyak sekali beberapa statemen dari rekan-rekan saya yang saya wawancarai dari beberapa perusahaan di antaranya rata-rata adalah sebagai berikut : 

-          Gaji diperusahaan tidak naik-naik

-          Sekarang kerja makin susah

-          Bonus dari perusahaan tidak jelas kriterianya

-          Sebagai staff saya tidak mungkin mendapatkan gaji melebihi Ka.Bagian saya

-          Karena posisi saya di departemen E yang di anggap lebih rendah dari departemen A, walaupun kerja lebih keras lagipun maka gaji dan bonus saya tidak pernah melebihi orang-orang  di departemen A

-          Saya sudah lama bekerja di suatu perusahaan tapi saya hanya begini-begini aja

-          Gaji naik Inflasi naik jadi sama aja tidak naik

-          Saya bingung anak saya mau masuk sekolah pendapatan saya tidak cukup untuk mendaftarkan anak saya masuk sekolah

-          Saya sudah tidak mungkin lagi berkembang di perusahaan saya bekerja karena kemampuan saya sudah kalah dengan kemampuan karyawan-karyawan baru

-          Saya sudah bekerja sekian tahun tapi saya masih belum bisa beli atau kredit rumah

-          Saya sudah kerja sekian tahun tapi saya belum dapat fasilitas mobil dari perusahaan sedangkan karyawan yang lebih baru dari saya sudah mendapatkan mobil inventaris dari perusahaan saya

-          Saya kerjanya lebih berat dari mereka-mereka tapi kenapa pendapatan saya lebih kecil dari mereka yang kerjanya hanya biasa-biasa saja

-          Saya hanya seorang pegawai bagian rumah tangga, pendapatan saya kecil dan saya tidak mungkin lagi bisa berubah

-          Saya kerja pagi pulang malam tapi penghasilan pas-pasan sampai pinggang pegal-pegal setiap hari

-      ini yang lebih ironis lagi, Saya belum dapat pekerjaan, sehingga saya dipandang rendah oleh istri dan mertua saya sehingga saya tidak punya harga diri 

Dan banyak lagi keluhan dari hasil wawancara saya dengan beberapa karyawan dari berbagai perusahaan terutama dan notabene keluhan-keluhan itu rata-rata sama. 

Kemudian saya menyampaikan pertanyaan kepada beberapa mereka diantaranya: Setelah anda mengalami semua itu apa yang anda lakukan ?,

rata-rata jawabannya adalah, saya belum melakukan apapun yang dapat merubah kehidupan mereka, saya hanya  masih berfikir hanya untuk mencari tempat kerja yang lebih baik lagi dari pekerjaan saya yang sekarang. Kenapa anda tidak mencoba membangun usaha apa begitu ? jawaban yang rata-rata di lontarkan adalah “saya tidak punya modal untuk membuat usaha begitu juga keahlian saya tidak ada” Kenapa anda tidak mencoba mengajukan kredit ke BANK  ” waduh mas .. saya malas berurusan dengan bank berkaitan dengan birokrasinya  dan saya takut tidak bisa membayar cicilannya” Berapa lama anda kerja diperusahaan anda ” sudah cukup lama mas” Artinya adan betah dengan kondisi anda saat ini ” kepepet mas tidak ada kerjaan lain” Kenapa anda tidak mencoba bekerja di dua tempat, pagi di perusahaan A, sore sampai malamnya di perusahaan B, ” diperusahaan saya saja mas jam pulangnya tidak tentu sering bisa sampai malam, mana mungkin saya bisa kerja di dua tempat” Kenapa anda tidak mencoba bergabung dengan perusahan pemasaran jaringan (network marketing), network marketing yang benar-benar murni bukan yang money game atau semi money game, sehingga anda bisa mengatur waktu kapan anda mau kerjakan kapan anda tidak mau kerjakan, sehingga anda bisa mendapatkan penghasilan dan karir di sana” waduh mas saya malu, saya tidak bisa ngomong, saya tidak punya waktu, dan segudang alasan lainnya” Sampai kapan anda bertahan di kondisi seperti ini ” tidak tahulah mas saya tidak bisa memprediksi bisa saja mungkin seumur hidup saya seperti ini terus” ******** 

Orang-orang ini menurut saya sebenarnya adalah orang yang sangat luar biasa, mereka berani mengorbankan perasaannya, sakit hatinya, kejengkelannya, dan sebagainya yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, mereka adalah penjuang tangguh untuk keluarganya, mereka berani mengorbankan sebagian hidupnya hanya untuk mencari nafkah untuk keluarganya yang mungkin hasilnya terkadang pas-pasan bahkan mungkin minus tapi mereka mampu bertahan dan menjalani itu semua, dan mereka mampu bertahan dengan keluhan-keluhannya saat ini.

 Ada juga beberapa teman di suatu perusahaan yang sering kali mengeluh saking sering mengeluhnya saya sempat katakan “apa yang telah kamu lakukan” dia kembali menjawab belum ada maka saya hanya berkata, selama anda belum pernah mencoba berbagai solusi maka selamanya anda hanya akan mengeluh saja. Saya sering katakan dengan teman-teman, menjadi karyawan adalah satu idola mungkin karena kelihatan zona nyamannya, dapat gaji setiap bulan dan resiko kecil akan tetapi kita masih berada di kuadran kiri, untuk membongkar paradigma karyawan dari kuadran kiri agar bisa berpindah di kuadran kanan memerlukan satu perjuangan yang cukup keras ini karena di pengaruhi oleh faktor merasa nyamannya mereka menjadi karyawan. Ada juga beberapa karyawan terkadang ingin berpindah ke kuadran kanan akan tetapi otak, paradigma dan tingkah laku serta sikap dan tindakannya masih berada di kuadran kiri, jelas ini tidak akan bisa membuat kita bisa berpindah kuadran. Pola pikir yang seperti di ungkapkan rekan-rekan saya hanya ingin berpindah kerja di tempat lain menurut saya kurang begitu sakti untuk bisa berpindah kuadran karena resiko bekerja menjadi karyawan di perusahaan manapun nyaris sama. Jadi untuk teman-teman saya semua, mari mulailah bagaimana berfikir dan bertindak mulai sekarang jangan hanya mengeluh karena jelas ini tidak ada gunanya, mulai berusaha berpindah kuadran, tidak hanya sekedar berpindah kerja karena berpindah kerja tidak begitu berpengaruh, mulailah merubah lingkungan anda pergaulan anda dan banyaklah membaca buku, karena dengan siapa anda bergaul dan buku apa yang anda baca sangat mempengaruhi pola pikir anda untuk menentukan masa depan anda. Anda ingin berubah ke kuadran kanan, maka bergaulah dengan orang-orang yang berada di kuadran kanan, atau dengan orang-orang yang sama-sama sejalan dalam proses ke kuadran kanan, kalau pergaulan anda tetap dengan karyawan-karyawan yang tidak mau berubah ke kuadran kanan maka anda akan sulit mewujudkan perpindahan  ke kuadran kanan 

Begitu juga dengan buku-buku yang anda baca, jika anda ingin berpindah ke kuadran kanan akan tetapi buku-buku yang anda baca adalah buku komik maka anda hanya akan menjadi seperti komik, bacalah buku-buku tentang orang-orang yang telah berhasil berpindah kuadran kanan, buat koleksi sebanyak-banyaknya, kelilingi hidupmu dengan di kawal buku-buku dari orang-orang sukses maka  pola pikir anda pun saya yakin akan menju kesana

 Berpindah Kuadran bukan hanya sekedar berpindah kerja atau mencari uang akan tetapi berpindah kudran memerlukan satu proses yang tidak sebentar akan tetapi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, jadi kalau anda tidak mulai dari sekarang kapan lagi anda akan memulainya, jadi jangan menunda untuk memulainya. 

Orang sukses bukan melakukan apa yang ia senangi saja, tapi  melakukan apa yang seharusnya ia lakukan untuk kesuksesan 

 »  Jangan menunda melakukan sesuatu yang baik, hanya karena kita mengira yang kita lakukan adalah sesuatu yang kecil. 

January 9, 2008 Posted by Bambang | Motivasi sukses | | No Comments

10 CIRI ORANG YANG BERFIKIR POSITIF

  10 CIRI ORANG YANG BERFIKIR POSITIF  

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang ‘beredar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

 

1. Melihat masalah sebagai tantangan

Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

 

2. Menikmati hidupnya

Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

 

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide

Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

 

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak

‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

 

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya

Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

 

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu

Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

 

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan

Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.

 

8. Menggunakan bahasa positif

Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

 

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif

Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

 

10. Peduli pada citra diri

Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam

January 9, 2008 Posted by Bambang | Sikap Positive | | No Comments

FINANCIAL FREEDOM TUKANG BECAK

THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Berapa besar space yang ada “di dalam box” tsb ? Relatif
Berapa besar space yang ada “di luar box” tsb ? WOW! No Limit
Coba kita lupakan segenap teori canggih dunia marketing (spt ttg brand equity, market share, dst,dst) ataupun lupakan segenap persyaratan utama untuk jadi pengusaha (spt perlu modal besar, skill, leaderships, management yang piawai, keberanian menghadapi resiko, dst, dst). Sementara banyak orang yang masih harus bergelut dalam kesibukan marketing ataupun bisnis setiap hari setelah 10 tahun bekerja, mari kita simak kisah ilustrasi seorang TUKANG BECAK tamatan SD yang sudah mencapai “financial freedom” setelah bekerja
hanya lebih kurang 5 tahun saja, dgn “passive income” Rp. 9 juta/bulan !!!
Becak ke-1 :
==> Seorang tukang becak memiliki becak motor dengan penghasilan bersih Rp. 60,000/hari (bekerja dari pagi hingga larut malam). Biaya hidupnya sekitar Rp. 30,000/hari. Lalu ia berjuang utk konsisten menabung Rp. 30,000/hari. Dalam tempo 400 hari, ia mampu membeli becak kedua yang harganya Rp. 12 juta/unit.
Becak Ke-2 :
==> Ia sewakan becak keduanya dengan tarif Rp. 30,000/hari. Sementara ia tetap menarik becak pertamanya. Sekarang ia bisa menabung Rp. 60,000/hari. Dalam tempo 200 hari, ia mampu membeli becak ketiga.
Becak Ke-3 :
==> Ia sewakan becak ketiganya, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 90,000/hari. Dalam tempo 134 hari, ia membeli becak ke-4.
Becak Ke-4 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 120,000/hari. Dalam tempo 100 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-5 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 150,000/hari. Dalam tempo 80 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-6 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp.180,000/hari. Dalam tempo 67 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-7 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 210,000/hari. Dalam tempo 57 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-8 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 240,000/hari. Dalam tempo 50 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-9 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 270,000/hari. Dalam tempo 45 hari, ia membeli becak baru lagi.
Becak Ke-10 :
==> Ia sewakan becak tsb, sehingga sekarang ia mampu menabung Rp. 300,000/hari. Dalam tempo 40 hari, ia membeli becak baru lagi.
Setelah becak ke-10, ia berhenti menarik becak. Ia sewakan becak pertamanya ke orang lain. Ia lalu menggaji seorang “mandor” untuk mengurusi ke-10 becaknya. Ia PENSIUN. Kini ia menikmati penghasilan Rp. 300,000/hari, atau Rp. 9 juta/bulan (sebelum potong gaji sang
mandor). Jika ditotal semua usahanya tsb hanya dicapai dalam tempo 3,2 TAHUN SAJA.
============ =======
Tentu saja ini cuma sebuah ilustrasi, dengan menarik garis lurus dari sebuah bisnis. Katakanlah dalam tempo 10 tahun (bukan 3,2 tahun seperti dalam ilustrasi), sang TUKANG BECAK mampu mencapainya. Ini LOGIS, dan bisa terjadi.
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang seperti itu ? Mungkin 1 banding 10 juta. Tetapi ADA .
Berapa banyak TUKANG BECAK di dunia yang menjadi tukang becak seumur hidupnya dan terus hidup susah ? Buanyyaaak sekali.
Sekarang bandingkan dengan banyak profesional tamatan S1 ataupun S2, atau bandingkan dengan para pengusaha ataupun marketer yang masih harus bergelut dengan kesibukan mencari nafkah setiap hari. Kontras sekali bukan….
THINK OUT OF THE BOX. Perbedaannya akan bagaikan langit dan bumi.
Kunci kesuksesannya terletak pada “duplikasi”. Ini rahasianya : “Jalankan bisnis yang mudah diduplikasikan, dan tidak perlu keterlibatan kita secara penuh dalam bisnis tsb”. Cth : ikuti bisnis franchise yang berpotensi, beli asset lalu sewakan asset tsb,
dst.
Kunci kesuksesan lainnya terletak pada prinsip hidup hemat pada awalnya, menabung sebanyak mungkin lalu diinvestasikan, lakukan terus menerus, sampai hasilnya sangat besar, kemudian baru hidup bersenang2.
============ ========= ========
Mari berhitung matematika …
Jika Anda diberikan 2 option kontrak kerja / kontrak bisnis berikut ini, mana yang
Anda pilih ?
1). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan / bulan Rp. 100 juta.
2). Kontrak 2 tahun, tidak dpt dibatalkan, penghasilan di bulan pertama cuma Rp. 1000, tapi berlipat dua setiap bulan.
Pilih mana ????
Jawabannya :
Option I : Penghasilan Rp. 100 juta/bln x 24 bln = Rp. 2,4 Milyar
Option II : Penghasilan sebesar ==>
Bulan ke-1. Rp. 1000           13. 4 juta
2. 2000                               14. 8 juta
3. 4000                               15. 16 juta
4. 8000                               16. 32 juta
5. 16,000                            17. 64 juta
6. 32,000                            18. 128 juta
7. 64,000                            19. 256 juta
8. 128,000                          20. 512 juta
9. 256,000                          21. 1024 juta
10. 512,000                        22. 2048 juta
11. 1024,000                      23. 4096 juta
12. 2 juta                           24. 8192 juta atau (8,192 Milyar)
Jika Anda pilih option I, Anda kecolongan hampir 6 MILYAR !!!
Kekuatan duplikasi ini bahkan dikagumi oleh Albert Eintein, ilmuwan paling cemerlang penemu bom atom, ia mengatakan “Kekuatan duplikasi adalah keajaiban dunia ke delapan”.
============ ========= ==
FINANCIAL FREEDOM ALA HOWARD SCHULTZ (pemilik Starbucks) ?
Bayangkan seorang jenius marketing ataupun sebut saja pebisnis jenius sekaliber Schultz ( ia baru dijuluki jenius setelah sukses, tetapi saat pertama kali menawarkan ide bisnis tsb, ia diteriakin GILA dan ditolak ratusan orang karena idenya menjual secangkir kopi seharga puluhan ribu rupiah). Ia mampu mengubah produk komoditas murah (kopi) menjadi produk eksklusif (customer-experienc e) yang sangat mahal. Ia pandai pula mendapatkan dana segar nan murah melalui GO PUBLIC. Ia pandai pula memanfaatkan media sebagai “public relation” untuk mempromosikan Starbucks. Ia pandai pula membangun partnership dgn perusahaan global spt Pepsi, dst.
Hasilnya LUAR BIASA. Dengan kekuatan “KONSEP DUPLIKASI”, kedai kopi pertama yang dibangun Schultz tahun 1985, menjelma menjadi lebih dari 10,000 toko di tahun 2006, tersebar di seluruh dunia. Dan terus berlipat GANDA setiap tahun sampai sekarang…. .
(Simak bagaimana kekuatan duplikasi bekerja pada Starbucks, dari 1 outlet menjadi ribuan outlet. Temukan di http://www.starbuck s.com/aboutus/ timeline. asp )
Schultz lalu memutuskan untuk PENSIUN. Di tahun 2000, ia menggaji seorang “mandor” utk mengurus jaringan Starbucks nya di seluruh dunia. Tentu saja sang mandor disebut dengan istilah keren “CEO” bernama Orin C. Smith.
Baik sang TUKANG BECAK maupun SCHULTZ sama2 mencapai “financial freedom”. Yang satu pencapaiannya hanya kelas regional, yang satu lagi kelas dunia……
Sedangkan milyaran penduduk dunia tidak pernah mencapai “financial freedom”, walaupun hanya di kelas regional saja….
============ ======
Bila sang TUKANG BECAK tamatan SD mampu melakukannya, seorang tamatan S1 pasti bisa melakukannya dengan hasil 3 kali lipat lebih banyak (SD ke S1 kan ada 3 tahap, yakni SMP, SMU, baru Universitas) .
Mari kita ambil hikmahnya. Seandainya salah satu dari kita bisa memanfaatkan hikmah tsb dgn TAKE ACTION, semoga financial freedom bisa tercapai dalam 5 tahun mendatang… .
============ ====
Bila Anda bermurah hati, artikel ini bisa dikutip utk disharing ke berbagai pihak, spt famili2, rekan2 kerja, teman2, rekan2 di milis, dst. SEmoga bermanfaat bagi kita semua. Semoga kisah Starbucks2 lain bermunculan di bumi Indonesia dalam 5 tahun mendatang… .
Walaupun tanpa uang, sesungguhnya banyak kebajikan yang bisa kita perbuat kepada sesama mahkluk hidup. Tetapi dengan memiliki lebih banyak uang, semoga lebih banyak kebajikan yang bisa kita perbuat kepada sesama mahkluk hidup.

January 9, 2008 Posted by Bambang | Kisah Sukses | | No Comments