MENGAJAK SI KECIL ( BALITA DAN BATITA ) BERANI TAMPIL DAN MEMBIASAKAN DIRI BERFIKIRAN POSITIF

the-bonders3.jpgreco0068.jpgjuaara-bayi-sehat.jpg 

Banyak diantara kita merasa minder,takut,kurang Pe’De’(Percaya Diri/ Self Confident) untuk tampil di depan umum. (termasuk saya tentunya….he he he)

Jangankan untuk menjadi presenter, penceramah, ataupun tugas “berat” lainnya.

Untuk berani mengajukan pertanyaan saat mengikuti pelajaran di sekolah/kuliah, saat menghadiri seminar dll saja terasa kurang yakin  dan grogi,takut diketawain lah ,takut salah lah ,takut ini, itu yang pada akhirnya kebanyakan dari kita,  membatalkan niat adalah pilihan yang diambil.

Banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi pada diri kita.Termasuk yang saya alami. Saya pribadi termasuk orang yang pemalu,pendiam dan kurang Pe’ Dhe’ untuk tampil di depan umum.

Suatu ketika saat masih duduk di bangku SD saya didaulat untuk tampil di depan podium dalam rangka “Acara Perpisahan Siswa Kelas 6” .Saya sendiri kurang yakin saya akan bisa  melakukan hal tersebut, Pergolakan untuk melakukan penolakan terjadi ,tapi menurut para guru saat itu  mereka menilai bahwa saya punya kemampuan untuk itu. Dan yakin bahwa saya bisa .Akhirnya dengan perasaan dan fikiran was-was,grogi,takut berkecamuk jadi satu ,saya memberanikan diri tampil di acara perpisahan. Tampil sebagai pembaca Kalamullah / Saitilawah……

Alhamdulillah dengan niat dan keberanian (yang saat itu mau tidak mau dibuat supaya berani…) .akhirnya bisa berjalan sesuai dg yang diharapkan. Dari sini , saya berlangganan tiap tahunnya didaulat sebagai pengisi tetap acara Perpisahan. Dan berakhirnya “jabatan” tersebut adalah  sampai saya  dipisahkan oleh acara yang sama untuk  saya dan teman-teman sekelas.

Hal ini sebenarnya tidak terlapeas dari dukungan dan edifikasi dari para guru.

Mulai saat itu saya meyakinkan dalam diri saya bahwa saya harus bisa dan berani tampil dalam setiap kesempatan apapun selama saya bisa melakukannya.

(seperti motto penulis  :

Ojo wani-wani yen kowe wedi lan ojo wedi-wedi yen pancen kowe wani yang artinya Janganlah mengerjakan sesuatu dengan keragu-raguan,kalau memang berani maju terus)

Tahun demi tahun berganti,di suatu ketika ada teman yang menawarkan untuk membuat sebuah group nasyid. Saat itu sempat terbersit keraguan, akankah saya dengan suara pas-pasan ini bisa dan berani untuk tampil di dunia yang baru ini??????Tapi dengan keyakinan  dan edifikasi teman-teman bahwa saya bisa , “meski dengan keterbatasan modal suara  mulai untuk bergabung pada setiap latihan . Setelah latihan demi latihan dijalani .mulai tampil perdana di acara halaqoh…….dan seiring dengan waktu dan jam tayang……akhirnya group nasyid yang kita bentuk mulai dikenal dan mulai tampil untuk event-event acara keagamaan yang diadakan perusahaan, perkumpulan-perkumpulan, dan juga lomba-lomba tingkat Kodya (saat itu saya berdomisili di Batam-Kepri)……

Note ; Nasyid ini akhirnya saya tularkan di lingkungan kerja saya yang bar usetelah pindah dari mbatam ke daerah Karawang Jawa barat dan alhamdulliah kini mulai ada generasi penerus dan memeriahkan acara-acara keagamaan di lingkungan tempat kerja……

Di lain waktu dan kesempatan,peluang-peluang untuk tampil di bidang lain mulai saya geluti, diantaranya penyiar radio kampus,Kolumnis Koran local mBatam dll.

Semua itu tidak lepas dari “perasaan, Niat, dan keyakinan” bahwa kita mampu melakukannya. Edifikasi dan dukungan dari orang-orang disekitar kita juga menjadi faktor pendorong bisa mewujudkan apa yang ingin kita raih.

Banyak diantara kita sudah “mengambil langkah seribu” dan “merasa” diri ini tidak mampu sebelum mencoba sesuatu hal.

Timbul pertanyaan yang berkecamuk :

         jangan-jangan nanti ………

         ah si A saja tidak bisa pasti saya juga tidak bisa……..

         saya kan tidak pengalaman di bidang itu,pasti gagal deh…

         dst..

Suatu lukisan perasaan yang akhirnya akan menarik medan magnet negatif dan akhirnya benar-benar terjadi seperti yang kita fikirkan…Tetapi kalau dalam diri kita meyakini dan mulai berprasangka baik terhadap kemampuan diri kita, Sesulit ataupun seberat apapun suatu hal yang akan kita tempuh Insya Allah akan bisa kita lalui.

Ini sebenarnya akumulasi dari kondisi lingkungan kita sejak kita masih kecil, dimana kata-kata yang sering kita dengar untuk anak kecil adalah “jangan,Tidak boleh,Awas nanti…(sesuatu yang negatif)……” Tanpa kita diberi contoh,dikoreksi  atau diajarkan kepada “kita kecil” bahwa sebenarnya “kita kecil” bisa melakukannya hanya saja orang tua kita belum memberitahukan bagaimana cara melakukan yang benar dan aman bagi anak seusia “kita kecil”-balita atau batita.

Kalimat-kalimat yang bernada negatif ini  pada akhirnya terekam secara permanen dalam fikiran bawah sadar kita. Dan kita selanjutnya akan menganggap diri kita selalu kurang,tidak mampu  dan punya fikiran  negatif terhadap kemapuan kita .

Berawal dari kesadaran itu, penulis mengajak kita semua sebagai pribadi dan orang tua marilah  kita menocba  merubah kondisi ini mulai dari keluarga sendiri.

Kita bangkitkan perasaan dan fikiran –fikiran positif kita untuk menarik medan positif sehingga Tuhan dan alam raya akan mendukung kita untuk mewujudkan apa yang kita fikiirkan, karena fikiran-fikiran yang ada di hati kita (kata hati) inilah sebenarnya doa yang paling tulus dari kita.

Penulis juga mengajak  mulai melatih anak –anak untuk menerima kalimat-kalimat positif dan melatih mereka  untuk berani tampil di depan umum, salah satu wujudnya adalah anak-anak saya berhasil mengukir “prestasi-prestasi kecil”

Beberapa waktu lalu anak kedua alhamdulillah berhasil jadi juara I  lomba balita Sehat di Cikarang dan sebelumnya anak pertama juga menjadi Juara pertama lomba Merangkak di Karawang. Dari langkah kecil, prestasi dan event-event kecil  inilah diharapkan akan lahir pribadi-pribadi berfikiran dan berkeyakinan positif terhadap kemampuan  yang mereka miliki. Pribadi-pribadi yang tidak menyalahkan pada keadaan dan kemampuan diri ,tetapi Pribadi –pribadi Kuat yang akan mampu mewujudkan perubahan kualitas hidup dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dan dilandasi dengan keikhlasan menjalani hidup secara positif……. 

Amiennnnnnnnnn……

Karawang 23 january 2008

8 thoughts on “MENGAJAK SI KECIL ( BALITA DAN BATITA ) BERANI TAMPIL DAN MEMBIASAKAN DIRI BERFIKIRAN POSITIF

  1. Good luck bisa ngumpul2. Aku anak LT2 ( 1996 ). Pengen ngumpul cuma ga tahu kemana temen2 sekarang. Aku sendiri lg di Belgia trus ke Perancis dan china nantinya, ada training 4 bulan. Aku kerja di karawang, kalau ada temen2 STMP daerah jkt dan sekitarnya kabar2i yah… Sippp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s