Persistence (Keuletan) – Jangan Pernah Menyerah

Motivasi K-System Indonesia

Persistence (Keuletan) – Jangan Pernah Menyerah ! by Djoko Komara

djoko-komara-1Dalam hidup manusia, sering kita dihadapkan kepada banyak tantangan. Setiap kita menghadapi tantangan yang berturut-turut, hampir semua orang tergoda untuk menyerah. Apalagi sifat manusia bertindak – karena 20% mencari kenikamatan, dan 80% menghindari sengsara. Namun yang membedakan seorang pemenang dan pecundang adalah pilihannya. Pilihan inilah yang menentukan kisah atau nasib seseorang.

Saya ingat sebuah cerita menarik yang banyak diceritakan dalam seminar-seminar motivasi. Alkisah, ada dua ekor katak berlompatan dengan riangnya di halaman rerumputan sebuah peternakan sapi. Seorang ibu yang sedang membersihkan halaman kandang melihat kedua katak  itu berusaha mengusir dengan sebuah gagang sapu dan membuat kedua katak itu lari ketakutan.

“Cepat, ke arah sana”, kata salah seekor katak itu. “Saya melihat tempat persembunyian yang baik dan pasti sulit dijangkau oleh gagang sapu itu,” kata si katak menunjuk arah kandang sapi perah yang ada di dalam peternakan tersebut.

“Ayo, cepat” seru si katak pertama, dan keduanya melompat-lompat. Melompat tinggi, lebih tinggi, semakin tinggi lompatannya dan sangat tinggi ke arah pagar kandang menuju tempat di mana mereka akan tersembunyi.

Plung” pada lompatan terakhir, keduanya serentak mendarat di sebuah ember berisi susu segar dan segera mereka berenang ke tepi ember dan berusaha untuk naik keluar dari ember itu, sambil sesekali melompat, tapi tidak berhasil. “Oh kawan, habislah kita kali ini, ember aluminium ini sungguh sangat licin, rasanya tidak mungkin memanjatnya, habislah kita kali ini, kita tak bisa ke mana-mana lagi, kita akan mati tenggelam disini,” kata katak kedua.

“Teruslah berusaha, teruslah berenang, teruslah mendayung,” kata katak pertama, pasti ada cara untuk bisa keluar dari tempat ini, ayo kita pikirkan, jangan menyerah. Mereka berdua pun mendayung dan berenang ke sana kemari, sambil sesekali melompat berusaha melewati bibir ember.

Setelah sekian jam mereka mendayung, katak kedua mulai mengeluh lagi: ”Ugh, saya sungguh lelah sekali, saya benar-benar kehabisan tenaga, susu ini kental sekali dan terlalu licin untuk keluar dari tempat ini.”

“Ayo, teruslah berusaha, jangan menyerah,” kata katak pertama memberi semangat.

“Percuma saja, kita tidak akan pernah keluar hidup-hidup dari tempat ini, kita pasti mati di sini,” keluhnya makin lemah, dan gerakan katak kedua itu makin lama makin lambat, dan akhirnya tidak bergerak lagi, mati.

Sementara itu katak pertama tidak putus asa, dengan sisa-sisa tenaganya masih berenang dan terus mendayung sendirian sambil sesekali berpikir untuk menyerah dan menyusul temannya yang tubuhnya sudah mulai kaku dan setengah tenggelam itu.

Setelah sekian lama berusaha, terdengar ayam berkokok dan tanpa disadari kaki-kaki katak kedua itu serasa mendapat pijakan, katak itu sudah tidak mendayung lagi, karena kakinya terasa berdiri di atas setumpuk mentega hasil karyanya semalaman.

Dan “plop” katak itupun membuat lompatan terakhir untuk keluar dan bebas dari ember yang mengubur temannya.

Seorang pemenang memiliki sifat ulet dan tidak pernah menyerah, karena jika seseorang yang tidak pernah menyerah – tidak peduli berapa kali ia gagal, maka dapat dipastikan berhasil, hanya masalah waktu saja. Seseorang yang mudah menyerah tidak pernah berhasil, walaupun dalam urusan yang sangat sepele sekalipun,

Dalam dunia nyata, kita dapat belajar dari Adnan Khasogi, yang termasuk salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya. Khasogi menjawab: “Good Decision…, Good Decision…, and Good Decision (keputusan yang tepat)”. Wartawan itu lalu bertanya lagi, “Apa yang menyebabkan Anda dapat membuat keputusan yang tepat tersebut?.”

Khasogi menjawab, ”Experience,.., Experience.., and Experience (pengalaman)”. Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya lagi, “Hai apa yang menyebabkan bapak Khasogi mempunyai pengalaman?,” Khasogi menjawab: “Bad Decision.., Bad Decision.., and Bad Decision (keputusan yang tidak tepat)”.

Juga dari Thomas Alfa Edison yang telah ribuan kali gagal dalam pecobaan penemuan membuat lampu pijar. Namun Thomas Alfa Edison bilang, “Saya tidak pernah gagal, Saya menemukan 5000 cara tidak menghasilkan lampu pijar, sebelum menemukan satu cara menghasilkan lampu pijar”.

Bagaimana kita dapat terus berjuang jika sifat manusia untuk bertindak disebabkan karena 20% mencari kenikmatan dan 80% menghindari sengsara? Selalu ada jalan keluar jika Anda pikir bisa. Yaitu, tetapkan goal dan impian Anda, dan tuliskan 30 hal kenikmatan yang Anda dapatkan jika Anda dapat mewujudkannya, dan tuliskan juga 30 hal kesengsaraan yang Anda rasakan – jika Anda tidak dapat mewujudkannya.

Hidup ini pilihan, mana yang Anda pilih? Menyerah atau maju terus. Pilihan Anda menentukan siapa Anda.

Sumber: Global Network K-Link Indonesia, Bletin K-System Indonesia, edisi Agustus 2006, Nomor 13, h. 24-25.

Bambang Suhartono 
Mitra K-Link IDJTID032903

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s