K-Link Relokasi Pabrik ke RI Rp20 Miliar

K-Link Relokasi Pabrik ke RI Rp20 Miliar

Senin, 21 Juni 2010
dikutip dari : Okezone.com
JAKARTA – Okezone.com ,PT K-Link Indonesia, perusahaan multi level marketing (MLM) asal Malaysia merelokasikan pabriknya dari Malaysia ke Indonesia. Relokasi ini dilakukan agar perusahaan ini lebih efisien dalam memasarkan produknya di Indonesia.
Investasi pabrik ini akan menelan dana Rp20 miliar.

Kami sudah membeli tanah di Sentul Bogor seluas 18.000 m2 untuk merelokasi pabrik kami yang ada di Malaysia. Saat ini kami masih menunggu izin mendirikan bangunan (IMB) saja dari Pemkab Bogor. Moga-moga saja dalam satu dua minggu ke depan izinnya sudah keluar,” ujar Presiden Direktur PT K-Link Indonesia Radzi Saleh di Jakarta, Senin (21/6).

Ia menjelaskan pembangunan pabrik ini rencananya dilakukan dua bulan ke depan. Radzi menjelaskan nantinya pabrik tersebut untuk tahap awal hanya memproduksi dua produk dari total 35 produk yang dimiliki K-Link. Kedua produk itu adalah minuman kesehatan (chlorophyll) dan minuman kesehatan jantung dan pembuluh darah (fish qua-omega 3, 6, dan 9).

Kedua produk tersebut, kata Radzi, penjualannya sangat bagus di Indonesia. Nantinya, kata dia, kedua produk tersebut juga akan diekspor. “Setelah mencukupi di dalam negeri, kedua produk tersebut juga akan kami ekspor mengingat permintaan kedua produk tersebut di negara lain juga sangat tinggi,” jelasnya.

Pada 2009, penjualan K-Link mencapai Rp800 miliar dan pada tahun ini ditargetkan bisa tumbuh 12-18 persen.

K-Link merupakan MLM yang menjual produk-produk kebutuhan rumah tangga seperti pasta gigi, sikat gigi, shampoo bahkan produk-produk kesehatan dan kecantikan melalui sistem MLM. Sebagian dari produk tersebut saat ini masih diimpor dari Malaysia.

Sementara itu, Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkapkan bahwa dari sekitar 650 perusahaan MLM yang pernah ada di Indonesia hanya 5 MLM yang sudah mengantongi status MLM syariah dari DSN MUI.

Kelima MLM itu antara lain PT Ahad Net Internasional, PT UFO BKB Syariah, PT Exer Indonesia, PT Mitra Permata Mandiri dan PT K-Link Indonesia.

Selebihnya tidak dijamin kehalalannya dari sisi produknya, sistemnya, pembagian bonusnya dan lain-lain,” kata Anggota DSN MUI Mohamad Hidayat.

Hidayat menjelaskan ada kategori MLM yang berada di Indonesia yaitu yang sudah berbasis syariah dan konvensional. Khusus untuk konvensional yang sudah diverifikasi atau menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (APPLI) hanya ada 65 perusahaan.

“Di luar yang lima itu sebenarnya sudah ada 15 perusahaan yang mengajukan (verifikasi), tapi kita tolak,” katanya.

Dikatakannya untuk mendapatkan MLM bersertifikasi syariah sangat ketat, setidaknya ada 12 prinsip yang harus dipenuhi oleh MLM yang mengajukan ke DSN dan lulus mendapatkan sertifikat. Ia menjelaskan saat ini banyak MLM yang bermunculan dan tak jelas legalitas perizinannya, apalagi dari sisi aspek syariah.

MLM-MLM semacam itu, lanjut, Hidayat, cenderung seperti money game yang hanya muncul lalu menghilang. Ia menambahkan sampai saat ini MUI tidak mengeluarkan fatwa haram bagi MLM konvensional di luar syariah. Namun MUI hanya mengeluarkan fatwa soal fatwa pedoman penjualan langsung berjenjang.

Dia mengatakan MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 75/2009 mengenai pedoman penjualan langsung berjenjang (syariah). Pada fatwa itu setidaknya ada 12 prinsip yang tak boleh dilanggar oleh pelaku usaha MLM.

Beberapa prinsip itu antara lain, transaksi harus ada objeknya, kualitas barang harus bagus dan halal, harus mengusung keadilan, transaksi tak mengandung riba, komisi perusahaan harus diberikan berdasarkan prestasi, bonus diberikan kepada yang melakukan transaksi, tak boleh ada bonus yang masif, tidak boleh ada iming-iming berlebihan, tak boleh ada eksploitasi bonus, mitra usaha wajib membina mitra bawahnya, dan tak mengarah money game.(Sudarsono/Koran SI/wdi)

K-Link Mendapat Sertifikat MLM Syariah

Senin, 21 Juni 2010, 14:13 WIB

    

K-Link Mendapat Sertifikat MLM Syariah

dikutip dari republika Online

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–K-Link menjadi perusahaan multi level marketing kelima yang memperoleh sertifikat MLM syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI. Dengan perolehan sertifikat tersebut, Presiden Direktur K-Link Indonesia, Mohamad Radzi Saleh memprediksi hal tersebut akan berdampak besar bagi peningkatan kinerja perusahaannya.

”Dengan adanya sertifikat syariah, kami optimistis pertumbuhan akan positif. Jumlah omset dan produk K-Link Indonesia juga akan meningkat pesat,” kata Radzi disela-sela penyerahan sertifikat MLM Syariah kepada K-Link Indonesia di Gedung MUI, Jakarta, Senin (21/6).

Menurutnya, optimisme tersebut tak berlebihan karena adanya kepastian produk yang diperdagangkan halal dan prinsip usahanya tidak eksploitatif. Untuk memastikan prinsip usahanya sesuai syariah, K-Link Indonesia pun membentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Radzi pun menuturkan, adanya sertifikasi syariah ini tak membuat K-Link terbatas pada umat Muslim saja, tetapi juga kepada masyarakat non- Muslim.

Radzi mengungkapkan, per tahunnya bisnis K-Link Indonesia tumbuh antara 12-18 persen. Pada 2010 jumlah anggota K-Link Indonesia tercatat telah mencapai lebih dari 2 juta orang dengan perputaran omset rata-rata Rp 100 miliar per bulan. Pada tahun lalu bisnis K-Link tumbuh 15 persen dengan turn over sekitar Rp 800 miliar. K-Link hadir di 20 negara dan Indonesia memiliki jumlah omset terbesar dibanding negara lainnya.

Red: Budi Raharjo
Rep: Yogie Respati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s